8 Fakta Menarik Tentang Film Stip & Pensil 2017

ABLCINEMA.NET – Waktu Ujian Nasional bagi para murid sekolah di Indonesia dari bulan April-Mei 2017 dimanfaatkan oleh MD Pictures untuk merilis film barunya yang berjudul Stip & Pensil. Film bergenre komedi ini akan dibintangi oleh Ernest Prakasa, Tatjana Saphira, Indah Permatasari, dan Ardhit Erwandha. Stip & Pensil akan dirilis di bioskop Indonesia pada 19 April 2017.

Bercerita tentang empat anak SMA yang mendapatkan tugas untuk membuat esai tentang kehidupan sosial di sekitar mereka. Merasa kebingungan, mereka malah dipertemukan dengan Ucok (Iqbal Sinchan), anak jalanan yang menginspirasi mereka untuk membuat sekolah di kawasan kumuh untuk anak-anak yang bernasib seperti Ucok.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Sebelum nonton filmnya, yuk kita simak dahulu 8 fakta menarik film Stip & Pensil yang sudah ablcinema rangkum berikut ini:

Perbedaan usia yang cukup jauh

Stip & Pensil mengisahkan tentang Toni (Ernest Prakasa), Aghi (Ardhit Erwandha), Bubu (Tatjana Saphira), dan Saras (Indah Permatasari) yang di-bully oleh teman-teman di sekolahnya karena dinilai sombong dan sok bisa segalanya. Sama-sama memerankan karakter anak SMA, keempat pemain utamanya ternyata memiliki rentang usia yang cukup jauh. Dua pemeran wanitanya, Indah Permatasari dan Tatjana Saphira berusia 19 tahun, sementara dua aktornya, Ardit Erwanda berusia 25 tahun, dan Ernest Prakasa berusia 35 tahun. Wah cukup jauh ya ternyata!

4 aktor utamanya pernah jadi korban bullying

Seperti halnya sebagian besar murid di sekolah, keempat aktor sentral dalam film Stip & Pensil juga pernah di-bully saat masih duduk di bangku sekolah. Ernest selalu di-bully dan didiskriminasi karena parasnya yang Cina, Tatjana sering dipalak oleh kakak kelasnya, Indah pernah di-bully karena terlihat sok cantik, dan Ardhit yang keberadaannya selalu diabaikan karena pendiam. Memiliki kasus bullying yang berbeda-beda membuat mereka semakin mendalami peran mereka dalam film ini.

 

Film komedi kedua Indah Permatasari dan Tatjana Saphira

Indah Permatasari dan Tatjana Saphira sebelumnya sama-sama pernah bermain sebagai pemeran pendukung dalam film bergenre komedi. Indah dalam film Tak Kemal Maka Tak Sayang (2014) dan Tatjana dalam film Get M4rried (2013). Film Stip & Pensil menandakan kembalinya dua aktris cantik ini dalam film komedi, kali ini mereka akan menampilkan sisi kejenakaan mereka dengan porsi yang lebih banyak. Tidak sabar ya melihat aksi mereka!

Adegan sembunyi di kandang ayam adalah improvisasi

Bila kita menonton trailer film Stip & Pensil maka kita akan melihat adegan dimana tokoh Aghi, Bubu, dan Saras bersembunyi di kandang ayam dari kejaran massa yang ingin menangkap mereka. Ternyata adegan tersebut tidak tertulis di dalam skenario filmnya lho. Dilansir dari Liputan 6, Indah Permatasari mengungkap bahwa adegan tersebut adalah improvisasi dari ketiga karakter di film ini. Tatjana juga menambahkan bahwa mereka takut kandang ayam tersebut rubuh. Wah ada-ada saja ya tingkah mereka!

 

 

Ardit dan Ernest kembali dipertemukan

Juara kedua ajang Stand Up Comedy Indonesia, Ardit Erwandha sebelumnya pernah bermain dalam film Ngenest (2015) bersama Ernest Prakasa yang bertindak sebagai sutradara sekaligus aktor. Di film Ngenest, karakter Ardit hanya bertemu dengan karakter Ernest saat masih SMP. Kali ini Ardit kembali beradu peran dengan Ernest dalam kondisi berseragam SMA. Secara kebetulan memang Ardit dan Ernest selalu berperan menjadi teman sekolah ketika mereka bermain film bersama. Menarik sekali ya!

Naskahnya ditulis Joko Anwar

Siapa yang menyangka Joko Anwar yang terkenal dengan film berbau thriller atau drama serius ikut ambil bagian sebagai penulis naskah film ini. Sebelumnya Jokan! memang pernah menulis untuk film komedi namun ditujukan untuk penonton dewasa lewat film Quickie Express (2007). Joko Anwar memang gemar mencoba semua jenis genre dan kali ini ia mencoba untuk menulis naskah film komedi yang menghibur dan tetap memiliki pesan tentang isu-isu sosial.

 

 

Membahas isu kesenjangan sosial

Film Stip & Pensil tidak hanya menyinggung soal isu bullying tetapi juga tentang kesenjangan sosial di Indonesia. Kisah empat anak SMA dari kalangan orang kaya, berusaha membantu rakyat miskin yang minim akses ke pendidikan. Tenang saja, film ini tidak akan menggurui, sebaliknya ceritanya akan disajikan secara menghibur sambil tetap membuat kita ingat kondisi anak-anak yang sulit mendapatkan pendidikan secara layak.

Kampanye anti-bullying

Mengangkat tema anti-bullying, film garapan Ardy Octaviand ini memang ditujukan untuk memperingati Hari Anti-Bullying yang jatuh pada tanggal 4 Mei sebagai bentuk dukungan untuk para korban bullying di sekolah. Stip & Pensil juga memiliki hashtag resmi #SekolahTanpaBullying dan #KangenSekolah untuk promosi filmnya.

 

Jangan Lupa Share Ketemen-temen ya !

Related posts

Leave a Comment